Solusi Flash Plugin Pada Ubuntu 10.04 x64

Sejak si Lucid masuk ke dalam Dell 1464, ada satu hal yang aneh yang menurut saya pribadi sangat mengganggu, yakni bisa memutar file youtube, namun tidak bisa untuk mengontrolnya. Entah kosa kata itu benar atau tidak, yang jelas ketika misalnya browsing di forum lalu ada embedded video dari youtube selalu saja ketika ingin membuka harus mengklik kanan terlebih dahulu, baru dibuka di youtube. Kesel tenan…

Awal mula saya ketahui adalah ketika itu ingin memutar file dengan ekstensi *.swf, dengan jaunty dulu normal-normal saja ketika saya buka dengan firefox, tapi kok plugin flash yang kemarin saya install kok ngeyel ngga bisa..
Lanjutkan membaca “Solusi Flash Plugin Pada Ubuntu 10.04 x64”

Ubuntu lucid (10.04 LTS 64bit) pada Dell 1464

Sudah beberapa hari ini menggunakan Ubuntu Lucid di Dell inspiron 1464. Laptop ini berprosesor i3, sehingga harus menggunakan Ubuntu 64bit atau dikenal dengan amd64, walaupun sebenarnya bisa digunakan pada prosessor apapun selain amd, asal mendukung 64bit.

Setahu saya, di Indonesia terdapat 2 seri dari Dell 1464 ini, yakni yang sudah menggunakan sistem operasi Windows 7 dan satunya lagi dengan DOS dengan selisih harga sekitar 1juta rupiah. Sehingga ketika membeli, saya pribadi lebih memilih Dell 1464 yang masih kosong tanpa sistem operasi karena keinginan lama untuk menggunakan LInux secara total.

Namun ada hal yang menarik ketika membeli laptop ini beberapa hari yang lalu. Entah ‘kelebihan’ toko di Indonesia atau mungkin inilah kelemahannya, yakni laptop ini sudah ada Windows 7 nya. Pertama kali mencoba di toko, saya pribadi kaget, karena jangan2 ini seri yang 1464 yang sudah ada sistem operasi (asli), ternyata menurut penjualnya ini memang diinstalkan oleh teknisinya. Siapakah yg harus disalahkan? konsumen atau si penjual? *Bonus yang useless*

Akhirnya, baru beberapa jam sampai di kantor Pattiro Surakarta hilanglah si Windows 7 bajakan dari Dell 1464 ini, berganti dengan si Lucid Lynx 64bit. Dalam proses installnya ada yang aneh, yakni instalasinya yang sangat lama dibanding dengan ubuntu biasa (32bit). Tapi alhamdulillah semuanya selesai juga. Sampai akhirnya kesulitan mulai datang. Yakni driver wireless.

Tanpa googling, mencoba sendiri lewat Hardware Driver (jockey-gtk) si wifi bisa dikenali, namun ini bukan sebuah masalah, yakni restart dulu sistemnya, dan ketika hidup pertama kali buka Terminal dan ketikkan:
sudo jockey-gtk
*jangan membuka Hardware Driver dari pojokan kanan.
dan pilih yang STA dari Broadcomm. Tapi yang harus diingat lagi adalah harus ada koneksi internet terlebih dahulu. sangat berbeda dengan release yang sebelumnya yang tak harus menggunakan koneksi pun sudah bisa.

Lanjutkan membaca “Ubuntu lucid (10.04 LTS 64bit) pada Dell 1464”

Sejarah Linux Backtrack

ke-hermaprodhit-an itulah yang kadang kala membuat banyak orang menjadi lelah dan putus asa untuk kembali mempelajari linux

Dari dulu ketika mulai mengenal linux selalu saja terbayang-terbayang tentang sebuah sistem operasi yang susah, menyulitkan dan penuh dengan mata yang berkaca-kaca (entah bahagia, entah benar-benar menangis karena data hilang).

Sebagai sebuah sistem operasi lengkap, linux memiliki kulturnya sendiri. Kalau sistem operasi lain lebih memilih jalur Graphical User Interface (GUI), maka linux yang ada saat ini dikembangkan untuk dapat hidup dengan menggabungkan antara Text Based dan GUI tersebut. atau kalau mau disebut sebagai hermaphrodite juga ngga apa-apa.. 😀

Lanjutkan membaca “Sejarah Linux Backtrack”

Mengganti Start Page Firefox

Di beberapa hari ini rasa suntuk selalu hadir. Mungkin ini yang biasa disebut demam workaholic, demam dimana ketika sama sekali tak ada kerjaan malah jadi lemas, kurang bergairah..

Maka pelampiasannya biasanya tak jauh-jauh dari sekitar. Ada yang melampiaskan dengan pacar-pacar, ada yang mencoba malah pergi jauh sekalian.

Dimulai dengan pekerjaan membuatkan website SMP Al-Islam 1 Surakarta, sampai dengan asistensi website Pemerintah Kota Surakarta yang mewajibkan absen ke Balaikota tiap hari (seperti minum obat wae.. ). Belum juga website Resmi Pattiro Surakarta. Semua serba bareng.. wuaah.. Dan setelah hanya tinggal asistensi di Website Pemkot dan Website Pattiro Surakarta saja, maka banyak waktu luang untuk memanjakan diri lagi.. :D. Waktunya untuk mengoprek si Jaunty lagi agar ngga membosankan.. dan agar dia juga sedikit lebih ganteng.. 😉

Di karenakan si Jaunty ini ditanamkan di sebuah Laptop tua dengan spesifikasi yang ala jaman dulu kala, maka software yang bisa ditanam juga terbatas. Untuk moding tampilan, minimalis adalah pilihan yang pas.
Congky adalah salah satu. Selain resourcenya tidak terlalu besar, editannya pun juga lumayan mudah.

Setelah berbasa-basi dengan congky, maka selanjutnya adalah tema.
Rupanya kesan gahar sudah lama banget ngga dipakai si Jaunty.. Akhirnya cari-cari lagi tema yang pas dihasil download lama, dan dipilihlah tema Murreza Silver. Tema dengan engine Murrine dan Metacity-nya menggunakan Lifestyle. (kalau ditanya dimana downloadnya, ane lupa.. 😀). Emerald sempat menjadi pilihan, tapi karena lumayan berat jg, ya masuk jg alasan untuk dihapus lagi.. 😀

Nah, untuk fontnya, pakai yang kecil2, agar rasanya semakin elegan gaharnya.. :D, terpakailah Candara sebagai font di sistem utama, dan Anorexia.se di Metacitynya dengan ukuran 7.2px dan RGB 100.. 😀

Lanjut, sekarang saatnya firefox.
Kenapa Firefox? Karena ini adalah salah satu dari sekian aplikasi yang paling sering digunakan selain gedit, dan terminal.
Nah, biasanya, startpage dari firefox adalah lugu biasa. Dengan background dasar putih dengan alamat (di Linux) adalah :
chrome://ubufox/content/startpage.html
pikir punya pikir, ini bisa diedit. bagaimana kalau disesuaikan dengan tema wae.. biar item-item sekalian..
dan akhirnya berhasil jg..
Caranya mudah kok, tinggal diganti wae alamatnya..
bukan ke alamat web yang sudah jadi, tapi ke folder dimana kita membuat script html kita..
misale kayak punyaku tak ganti ke
/home/irfan/.start_page/startpage.html
yang paling berat adalah belajar tentang htmlnya.. 😀

Problem pada DIR-300 Firmware

Beberapa hari yang lalu, karena merasa firmware pada D-Link Dir300 di kerjaan sudah agak lama, akhirnya iseng update firmwarenya ke versi yang lebih muda. Namun akhirnya bukan lebih nyaman karena firmwarenya lebih baru, namun ternyata sangat tidak stabil.
Yang jadi bahan percobaan adalah firmware versi 1.05 Beta 9 yang update terakhir pada bulan Januari kemarin. Pada awalnya saya menggunakan versi 1.05 final. Namun karena release updatenya lama banget, akhirnya pindah gigi ke versi yang beta tersebut.
Beberapa hal yang membuat was-was ketika update ke versi yang lebih baru antara lain ditemukannya lubang XSS dan security-bypass dan sampai sekarang belum ada obatnya, bahkan dari D-Link sendiri..
Dan ketidastabilan itu antara lain adalah sering Hang ketika dihadapkan pada mode mac filtering, dan parental control.
Apalagi kalau request yang masuk cukup banyak.. Terlalu Hang!
Langkah terbaik adalah menggunakan versi final dari 1.05, dan gunakan MAC Filtering. Sedangkan jika untuk publik, ganti firmwarenya dengan DD-WRT.. 🙂
Ini adalah alamat download firmware Dir-300..
http://ftp.dlink.ru/pub/Router/DIR-300/Firmware/

Tampilan Baru Web Soloraya

Akhirnya setelah melalui beberapa hari, ditengah kesibukan mengurusi hal lain di luar, maka kami memutuskan untuk mengganti tampilan dari website Pattiro Surakarta.
Bukan hanya karena ini masih di bulan pertama tahun 2010, namun kami merasa bahwa tampilan yang dulu yang berbasis Isotherm dari Bizzartic tak terlalu bisa dioprek. Lumayan susah untuk customisasinya. terutama keinginan beberapa kawan yang mengganti temanya dengan dominasi warna biru.
Maka untuk tema kali ini kami sengaja menggunakan tema pemberian dari seorang kawan. Menurut saya, untuk customisasinya lumayan mudah. Yang agak susah adalah penerjemahan bahasanya.
Secara default tema ini menggunakan bahasa inggris, namun dari beberapa pihak menginginkan website Pattiro Surakarta ini menggunakan bahasa Indonesia saja. Agar lebih mudah dipahami. Ternyata penerjemahannya ada di folder /lang/ dengan extensi *.po.
Dan sekarang.. Silahkan Lihat Disini
Kritik dan saran kami harapkan..

Akankah saya setia dengan Linux?

Pertanyaan yang menggelitik saya, karena tak terasa sudah 1 tahunan ini benar-benar bisa sangat menikmati linux. Namun itulah hasil dari sebuah perkenalan yang panjang, dan sangat berkesan. Jika ditanya sejak kapan benar-benar berkenalan dengan Linux, jawabannya sudah sangat lama.. sejak tahun 2006-2007.

Waktu itu pertama kali mencoba Desktop Ubuntu 4.10 (Warty Warthog) di warnet STAIN-Salatiga. Bukan karena warnetnya yang sudah menggunakan Linux, tapi karena seorang Kojek dan juga si Arif dari Teater Getar-Salatiga yang sudah bisa menginstall Linux di desktopnya dan dipamerkan di warnet.. 😆

Saat dimana windows xp baru merilis sp1, warnet tersebut saat itu masih menggunakan windows 2000 dan bandwith 128Kb untuk 10an komputer 😀 (terasa mahal benar komputer saat itu).

Itulah awal dari perkenalan yang benar-benar sangat mengesankan, karena bermula dari sana akhirnya mulai mencoba-coba menggunakan. bukan di komputer sendiri (karena belum punya!), namun di beberapa komputer warnet menggunakan dual-boot.

Saat yang lain menggunakan Yahoo Messenger untuk chat, Kopete atau Gaim menjadi pilihan kami. Saat yang lain main game, kami KO. karena wine atau emulator yang ada pada saat itu sama sekali tak bisa digunakan untuk menjalankan game.. 🙁 (virtualisasi jg belum ada)
Lanjutkan membaca “Akankah saya setia dengan Linux?”

Vulnerable pada WPListCal (Events Calendar)

minggu yang cerah, lapar yang menganga.. =( :o:
eh, malah dapat informasi kalau salah satu plugin dari wordpress mengandung vulnerable. Plugin itu bernama Event Calendar. sebuah plugin untuk menambahkan event dalam kalender di WordPress.
Lanjutkan membaca “Vulnerable pada WPListCal (Events Calendar)”

dDos Attack dengan toast..

Kisah ini berawal dari kekesalan pada malam ini. Bukan kesal karena malam mingguan yg gagal bersama si Mbak :love: , tapi karena pekerjaan yg menumpuk di awal tahun.

Awalnya koneksi lancar jaya, karena hanya ada beberapa orang yang ngantor, akhirnya aku menikmati seluruh koneksi di kantor.. donlot beberapa file, upload, koneksinya seep… 😎

Tapi ketika mau donlot Hirenboot versi terbaru (dari server lokal), kok koneksi hanya tinggal beberapa antara 3-10 KB dari 120an KB total.. Curiga :oups: ! Ini pasti ada yg lagi cari koleksi film bajakan dan film uh oh.. :aie:

Wokeh.. untuk membuktikannya coba di scan dulu saja koneksi yang ada.. Hasilnya ada 3 komputer yg online.. Lihat traffic tertinggi dari hasil scannya..

woo.. Laptop dengan IP 192.168.1.x11…
karena kasihan kalau pakai Tuxcut (pembunuhan sadis kalau menggunakannya 😛 ), maka solusinya adalah dengan mengurangi koneksi yg digunakan oleh si IP tersebut, yang hasil akhirnya kadang jg tak kalah sadis.. tapi masih agak mending, karena dia masih punya koneksi walau 0,0 sekian KB 😆
Caranya adalah menggunakan Toast.
Lanjutkan membaca “dDos Attack dengan toast..”

Netcut untuk Linux

Apakah anda seorang pengguna linux yang kadang sangat ‘anyel‘, marah kepada para pengguna Wind*ws ketika sedang asik2nya ngenet di area free hotspot. Tiba-tiba saja koneksi drop karena ada pengguna yang sama-sama penikmat free hot-spot pakai Netcut dan memotong koneksi anda sebagai pengguna Linux.

Mungkin pengalaman pribadi sayalah yang mendorong untuk mencari solusi bagi hal tersebut. Ketika hal tersebut terjadi, yang saya lakukan adalah booting ke Windows dan menggunakan WinARP Attacker, flooding jaringannya. Prinsipnya mati semua biarlah.. 🙂

Atau kalau user yang ada tak terlalu banyak menggunakan metasploit framework, scan menggunakan nmap dan cari port 445 (apabila si target Win XP SP2) yang terbuka…hajar!!.. 😆 . Toast (sebuah program khusus dDos di Linux via Console) juga pernah saya uji coba. Prinsipnya yg mau pakai netcut atau tidak, hajar juga bleh!!.. 🙂
Dendam, iya.

Lalu adakah juga tool netcut untuk Linux? Ada. Dalam versi GUI juga kok.. Namanya Tuxcut. Aplikasi yang benar-benar sangat mirip Netcut untuk Windows. Ada proses mac scanning dan mac changer-nya juga.. 😉

Lanjutkan membaca “Netcut untuk Linux”