Upgrade groupset atau dengkul?

Para pesepeda atau yang baru saja ingin membeli sepeda pasti ingin membeli sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Namun, banyak dari mereka yang terjebak pada rayuan para sales yang menyatakan bahwa sepeda dengan merk ini groupset-nya bagus, dan sepeda dengan groupset ini kurang bagus, kurang ringan, kurang loncer, merknya abal-abal, dan lain sebagainya.

Hingga akhirnya, calon pembeli ini malah kadang melebihkan anggaran untuk membeli sepeda atau yang kadang kala berbalik dan tidak jadi membeli karena kaget dengan harganya. Saking banyaknya seri sepeda dan groupset sepeda, banyak awam seperti saya, sampai bingung sendiri. Ini sepeda apa motor. Wong ya sama-sama digenjot.. 

Ada uang ada barang, memang ‘kadangkala’ benar adanya, namun itu tidak mutlak. Sepeda saya, Polygon Xtrada 5 2016, yang menurut saya wis luarang dan puenak ini menurut teman saya masih kurang loncer walau sudah pakai Shimano Alivio dan crank BB 2 merk Prowheel.

Lanjutkan membaca “Upgrade groupset atau dengkul?”

(Sudah) 2 Tahun Pernikahan

Tadi pagi gawai saya berbunyi. Penanda dari Google Calendar menyatakan bahwa hari ini adalah ulang tahun ke 2 pernikahan kami. Agak terkejut, karena rasanya baru beberapa hari yang lalu saya mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu KUA dengan Ayah mertua dan Paklik sebagai saksi.

11260389_414663002078340_1831993915_nIstri bangun, dan dia juga mendapatkan notifikasi yang sama. Kami saling berpandangan, kikuk, dan dengan tatapan bingung. Serasa tak percaya dia juga mengucapkan “Happy Anniversary..“. Dia bertanya, kamu mau memberi aku apa, aku jawab saja semua sudah kuberikan. 😀

Setahun awal kami melewatinya dengan Lanjutkan membaca “(Sudah) 2 Tahun Pernikahan”

Hossein Derakhshan

I miss when people took time to be exposed to opinions other than their own, and bothered to read more than a paragraph or 140 characters. I miss the days when I could write something on my own blog, publish on my own domain, without taking an equal time to promote it on numerous social networks; when nobody cared about likes and reshares, and best time to post.

Hossein Derakhshan (@h0d3r)

Iran’s blogfather: Facebook, Instagram and Twitter are killing the web

13 Tahun Bersama XL

13 tahun bukanlah waktu yang cepat, tidak juga bisa dianggap sebagai waktu terlama. Namun, 13 tahun apabila diukur berdasarkan umur tentulah itu waktu yang lama. Apabila dimulai dari bayi, mungkin 13 tahun sudah jadi anak sekolah dasar. Atau bila ikut kelas akselerasi sudah anak Sekolah Menengah.. 😀

logo XL dari Wikipedia
logo XL dari Wikipedia

Tapi bagi saya, 13 tahun terasa sangat cepat. Tak terasa sama sekali. Sekian banyak pencapaian, sekian banyak perjalanan dan tak terasa ribuan kilometer telah dilalui. Mulai dari kuliah, kerja sambil kuliah, pengorganisiran, demonstrasi, lulus kuliah, bekerja hingga sekarang menikah. Berkeliling Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi hampir semua pernah dilalui.

Tak pernah menyesali ketika pertama kali ditawari seorang teman kuliah yang saat itu memulai bisnis berjualan kartu perdana. Kala itu dia menawarkan berbagai macam kartu perdana, tapi pilihan saya jatuh ke nomor XL Jempol. Harganya memang lebih mahal diantara kartu perdana provider lain, namun karena keluarga semua menggunakan XL maka mau tak mau saya juga ikut. Pertimbangan yang lain adalah karena XL satu-satunya provider yang pertama kali memasang BTS di desa saya. 😀

Yang menjadi masalah adalah saya belum punya handphone kala itu. Bahkan yang paling jelek sekalipun. Karena waktu itu sangat wajar bagi kami mahasiswa golongan nanggung (ganteng ngga, kaya ngga, kere iya) untuk berbagi Handphone. Iya, handphone satu, kartunya satu kontrakan. Jadi setiap orang dari satu kontrakan punya kartunya masing-masing. Satu lobang rame-rame.

Maka, mau tak mau saya harus mencari uang agar bisa membeli handphone. Beruntung ada teman-teman yang selalu memberi saran. Pada akhirnya berjualan buku yang menjadi pilihan saat itu. 3 bulan setelahnya saya bisa membeli sebuah Handphone paling jelek, seharga 200 ribu. Saya pasanglah kartu XL Jempol.

Lanjutkan membaca “13 Tahun Bersama XL”

Apakah kita pernah menerka kemana hidup kita? Pernah kita merencanakan masa depan? (( KITA )) iya, kita. Kamu dan yang membaca tulisan ini.

Suatu saat, pasti pernah ada keinginan menentukan perjalanan hidup kita. Membuatnya menjadi sebuah mozaik. Bermimpi menjalaninya dengan nyaman.

Namun inilah indahnya hidup. Tuhan selalu punya cara menguji makhluknya. Sehingga kadangkala kita menjauh dari rencana-rencana. Ada sebagian marah, ada sebagian pasrah.

Aku selalu menghargai rencana masa lalu, dan aku tak memprotes Tuhan untuk kegagalanku merencanakan sesuatu. Semakin kita tak bisa menggambarkan masa depan, semakin besar penghargaan kita pada masa lalu. Bersyukur aku mengenalmu saat ini.. 🙂

Tentang Belajar

Akhir-akhir ini banyak kerjaan yang sangat dipaksakan untuk kukerjakan. Pekerjaan itu adalah membuat proposal. Pekerjaan yang jauh dari maincore pekerjaanku seharusnya.

Proposal yang aku kerjakan tak main-main juga harganya, diatas ratusan juta dan itu uang negara dengan 3 kegiatan. Sangat menyeramkan waktu awal aku kerjakan. Bagaimana tidak, wong sejak dari dulu baru kali ini aku mengerjakan proposal dengan nilai yg begitu besar.

Lanjutkan membaca “Tentang Belajar”